Browsing the blog archives for February, 2008.

1 hari di Semarang

obrolan ringan

Hari Jumat kemarin tidak sempat pulang ke rumah, tapi dari kantor langsung ke stasiun karena hari Sabtu pagi harus sudah ada di Semarang. Harina Express berangkat pukul 20.15 dan tiba di Semarang sekitar pukul 4.30 pagi. Subuh-subuh lapar sekali, cuaca dingin, dan segelas Kopi + CheeseBurger McD 24jam cukup menemani perut yang keroncongan 🙂

Pagi itu sekali lagi kebagian jatah berbicara di depan anak-anak SMA, kali ini kebetulan di depan 40-50 orang anak kelas XII di SMA Loyola Semarang. Membawakan perkenalan tentang fakultas Teknologi Informasi UK.Maranatha, dan sekalian mengajar singkat mengenai Flash Animation. Cukup menyenangkan melihat anak-anak SMA yang masih polos-polos, belum teracuni dengan kebebasan dan tingkah laku tidak sopan dibandingkan dengan anak-anak kuliah. Suasana SMA masih nyaman, tidak ada gerombolan yang ribut, maen kartu dan merokok (tidak seperti di kampus-kampus yang seringkali membuat suasana kampus menjadi tidak sesuai dengan tujuan utamanya sebagai tempat belajar).  Sekira 2 jam berbicara dan memandu pembuatan animasi sederhana untuk WebBanner, disertai dengan diskusi dan pertanyaan dari sinyo-sinyo dan nonik-nonik yang medok-medok (uhm, kapan terakhir kali saya memakai bahasa dengan logat mereka? seingat saya terakhir kali kelas 3 SD saat saya masih di Ungaran). Materi tersampaikan dengan baik dan diakhiri dengan applause yang meriah untuk setiap peserta karena animasi terakhir yang dibuat bisa bekerja dengan sempurna. Komentar mereka ketika ditanya mengenai pelatihan hari ini : “Joss pak”!!! Senangnya kalau misi bisa selesai dan semua bahagia. Semoga tahun depan bisa berkunjung kembali ke Loyola.

Sore hari sempat diajak oleh Joan untuk makan Lunpia Express (masih ada hubungan kerabat dengan Lunpia Mataram yang terkenal itu). Enak sekali, suasananya mirip kafe, wah romantisan tea lah pokoknya. Waitressnya tentu saja berpenampilan diatas rata-rata (baca: modis dan cantik), seperti layaknya cafe dan bukan seperti warung lunpia yang waitressnya biasanya sudah berumur dan menggunakan pakaian dapur yang seadanya. Namun harganya menjadi sedikit lebih mahal daripada tempat-tempat lain 🙂 Makan 1 lunpia goreng dan 1 lunpia basah dengan acar dan bumbu kental (sepertinya terbuat dari tepung kanji, karena lengket dan kental) plus daun bawang dan selada. Sebelum pulang sempat beli 1 box untuk oleh-oleh keluarga di Bandung, semoga menjadi oleh-oleh yang berkenan.

Keluar dari Lunpia, diajak makan lagi oleh Joan ke Tahu Pong. 1 porsi tahu pong isinya tahu goreng + gimbal goreng + acar lobak + kuah petis. Menurut saya tahunya terlalu banyak, sampai sulit menghabiskannya. Tapi gimbalnya enak sekali. Wah, kenyang luar biasa.

Malamnya pukul 20.00 sudah siap sedia kembali ke Bandung karena ada tugas di hari Minggu sore ini. And here I am, di Bandung lagi minggu pagi, segar sesudah tidur beberapa jam tadi pagi. 1 hari yang menyenangkan di Semarang. Terimakasih banyak Joan dan keluarga, Tuhan memberkati.

No Comments

8to8

obrolan ringan

Semester baru… kelas baru… murid baru… mata kuliah baru 🙂

Today, 1st day, teaching for 4 class, 8am to 8pm 🙂 fiuh ;p

Capek………. tapi puas 🙂 tugas selesai…

Pulang, mandi aer anget, baca2, bobok pules ngimpi indah :p

No Comments

Is virginity still important today ?

memaknai hidup

Seperti biasa hari ini baca detiksport.com

Diawali dengan membuka link berjudul Legrottaglie Tak Nge-seks 2 Tahun , ada beberapa pernyataan yang menarik di artikel tersebut :

[Legrottaglie]
Punya prinsip tak mau menjadi budak, Nicola Legrottaglie pun meredam bahkan menghentikan sementara aktivitas seksualnya. Ia mengaku sudah dua tahun tidak nge-seks.
Demikian diungkapkan bek Juventus itu kepada majalah Italia Sportsweek baru-baru ini. Dikatakan Legrottaglie, dirinya kini menolak aktivitas seks sebelum menikah.
“Sudah dua tahun saya tidak berhubungan seks, dan sejujurnya ini bukanlah sebuah beban,” tukas pemain berusia 31 tahun itu seperti dikutip Tiscali.
“Ini bukan berarti saya tidak menyukai perempuan. Saya hanya sedang menunggu wanita yang tepat, yang dengan siapa saya akan membangun sebuah keluarga, dan akan berbagi nilai-nilai yang sama.”
Legrottaglie tidak menyangkal pengalaman dirinya di masa lalu. Namun dari situ ia berkaca dan mengatakan, “Orang yang tak bisa hidup tanpa seks, pada akhirnya dia akan menjadi seorang budak.”

Pengakuan Legrottaglie melanjutkan perdebatan soal komentar super model asal Brasil, Gisele Bundchen, yang pernah dilawan oleh bintang AC Milan, Ricardo Kaka.

[Gisele Bundchen]
Pada pertengahan tahun lalu Bundchen, yang pernah berpacaran dengan aktor Leonardo Dicaprio, menyulut kontroversi seputar seks. “Saat ini tak ada yang masih perawan/perjaka ketika mereka menikah… Tunjukkan siapa yang masih virgin!” sergahnya.

[Kaka]
Tantangan itu dijawab Kaka yang mengatakan dirinya dan istrinya, Caroline, sama-sama “utuh” sebelum naik pelaminan. “Alkitab mengajarkan bahwa cinta sejati menanti sampai pernikahan tiba,” tukas Pemain Terbaik Dunia 2007 yang memang dikenal religius itu. “Hidup kami hari ini begitu indah, Aku rasa itu karena kami menunggu.”

Kaka tidak menyangkal, tidaklah mudah menjaga virginitas sampai malam pengantin. “Selalu banyak godaan,” katanya. Namun pada akhirnya ia yakin bahwa semua perjuangan mereka menghasilkan buah yang sangat manis.

[ sumber : detiksport.com ]

Apakah keperawanan dan keperjakaan masih menjadi satu hal yang penting sekarang ini ?
Masih relevankah menunggu untuk berhubungan seks sampai hari pernikahan tiba ?

Apakah cinta selalu diungkapkan dengan hubungan seks ? Lalu apa bedanya antara cinta[love] dan nafsu[lust] ? Hampir sepadan dalam pengucapannya, tapi sangatlah berbeda jauh arti katanya.

Lalu bagaimana dengan peluk ? Cium ? Gendong ? Bergandengan tangan ? Bermesraan ? Bercumbu ? Saling menyentuh ?
Apakah semuanya itu adalah pernyataan cinta[love], atau sekedar nafsu[lust] ?
Bagi yang sedang berbunga-bunga pasti bilang bahwa itu [love] dan menikmati saat-saat bahagia, bagi yang baru saja memutuskan hubungan pasti bilang bahwa itu kesalahan dari [lust] belaka dan menikmati saat-saat menyakitkan.

Sejauh mana bisa dikatakan sebagai hubungan seks ? Apakah semua hubungan fisik boleh selama tetap menjaga virginitas ? Atau sama sekali tidak boleh ? Sampai mana batasnya ? Can we stand in the gray area ? Is it adjustable ? Is it bargainable ? Is it …………..
…………………[dan banyak pertanyaan lain yang akan muncul di otak kita] ………………….

Marilah kita jawab dengan isi hati kita masing-masing. Bagi teman-teman yang bingung menjawab, saya rekomendasikan untuk membaca buku Boy Meets Girl : Say Hello to Courtship yang pernah saya bahas di posting sebelumnya.

16 Comments