Browsing the blog archives for March, 2008.

Speedy Connection

ai-tee

Setelah menimbang kebutuhan akses internet di rumah, akhirnya diputuskan untuk menggunakan Speedy personal paket, menggunakan time-based 50 jam /bulan dengan tarif Rp.200.ooo,- (+10% PPN).

Sedangkan modem menggunakan Aztech DSL605EU limpahan dari teman yang tidak lagi berlangganan Speedy.

Kecepatan browsing cukup cepat, karena 384kbps download dan 64kbps upload. Untuk download bisa mencapai 48KB/sec (dapat maximum speed 384kbps) tapi tidak selalu stabil. Rata – rata berkisar di 30 – 40 KB/sec.

Untuk http-proxy bisa menggunakan proxies.telkom.net.id:8080 jika dibutuhkan. Belum coba dibandingkan apakah penggunaan proxy lebih mempercepat atau minimal membuat akses lebih stabil.

——————–

Sedangkan berikut adalah cara Setting Modem ADSL Aztech
(1)Langkah pertama

 

 

 

Buka browser dan ketikkan http://192.168.1.1/

aztech1

Terlebih dahulu tentunya kita login ke web configuration-nya dengan user dan password settingan awal yaitu admin dan admin.

Kalau loginnya salah or password nya lupa yah salah satunya cara lakukan reset pada tombol kecil dibelakang modem tersebut.

(2) Langkah keduaJika berhasil login maka lanjutkan dengan memilih menu Basic>QuickStart

aztech2

Username : [username-anda]@telkom.net

  • Password : [password-anda]
  • Protocol : PPPoE LLC
  • VPI : 8
  • VCI : 81
  • Setelah itu kita klik tombol connect biarkan beberapa saat.

Jika semuanya benar dari pemasangan splitter dan konfigurasinya maka tidak sampai semenit koneksi internet pun terjadi ditandai nyalanya lampu DSL dan Internet berwarna kuning secara terus menerus.

——————–

Berikut keterangan mengenai VPI dan VCI

VPI = Virtual Path Identifier
Virtual Path Identifier refers to an 8-bit (user to network packets) or 12-bit (network-network packets) field within the header of an Asynchronous Transfer Mode packet. The VPI, together with the VCI (Virtual Channel Identifier) is used to identify the next destination of a cell as it passes through a series of ATM switches on its way to its destination. VPI is useful to reduce the switching table for some Virtual Circuits which have common path.


VCI = Virtual channel identifier

A Virtual Channel Identifier (VCI) is a unique identifier which indicates a particular virtual circuit on a network. It is a 16-bit field in the header of an ATM cell. The VCI, together with the VPI (Virtual Path Identifier) is used to identify the next destination of a cell as it passes through a series of ATM switches on its way to its destination.

ATM switches use the VPI/VCI fields to identify the virtual channel link {VCL} of the next network that a cell needs to transit on its way to its final destination. The function of the VCI is similar to that of the data-link connection identifier DLCI in Frame Relay and the Logical Channel Number & Logical Channel Group Number in X.25.

Sementara untuk settingan nilai VPI dan VCI di berbagai daerah di Indonesia bisa lihat dalam postingan di forum “Pojok Kang Onno” berikut ini :
[1]http://opensource.telkomspeedy.com/forum/viewtopic.php?pid=2101#p2101

A. Jakarta
1. Untuk DSLAM buatan Alcatel-Lucent (France)
Encapsulation = PPPoA � VPI = 8 � VCI = 35
Sumber Info: [1]

2. Untuk DSLAM buatan Huawei Technologies Co Ltd (China)
Encapsulation = PPPoE � VPI = 0 � VCI = 35
Sumber Info: [1]

3. Untuk DSLAM buatan Siemens AktienGesellschaft (Germany)
Encapsulation = PPPoA � VPI = 1 � VCI = 33
Sumber Info: [1]

B. Sumatra, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan, Sulawesi
1. Untuk DSLAM buatan ZTE (ZhongXing Telecommunication Equipment Co Ltd)(China)
Encapsulation = PPPoE � VPI = 8 � VCI = 81
Sumber Info: [1]

2. Untuk DSLAM buatan Huawei Technologies Co Ltd (China)
Encapsulation = PPPoE � VPI = 0 � VCI = 35
Sumber Info: [1]

———————–

Referensi
http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/Setting_Modem_ADSL_Aztech
http://the-destructions.blogspot.com/
http://kei-kai.blogspot.com/2007/09/mengenai-vpi-dan-vci.html

http://opensource.telkomspeedy.com/forum/viewtopic.php?pid=2101#p2101

4 Comments

Belajar tengah malam

obrolan ringan

Malam ini lembur belajar Cisco untuk mengajar Semester 3 di Cisco Network Academy. Materinya OSPF dan EIGRP, prakteknya tidak banyak tapi konsepnya ngajubileh padatnya 🙂

Yah, belajar adalah olahraga otak yang paling menyenangkan. Otak memang tidak pernah berkeringat, tapi tetap saja bisa lelah dan jenuh. Semoga malam ini bisa sukses menangkap seluruh materi dengan mantap.

Karena melihat anaknya mau lembur malam, sebelum tidur mama siapin satu cangkir teh manis hangat dan satu tangkap roti bakar isi coklat. Tx mom, u’re the best.

Mengenai waktu belajar, semenjak SD saya terbiasa belajar di saat matahari sudah terbenam. Biasanya mengerjakan PR sekolah mulai pukul 20.00 atau 21.00. Herannya mama tidak pernah melarang, padahal biasa selesai pukul 2 atau 3 subuh. Sedangkan pukul 7 pagi sudah harus di kelas lagi.

Akhirnya terbawa sampai besar. SMP, SMA dan kuliah pun tetap mengerjakan tugas di malam hari. Apalagi saat kuliah sambil bekerja part-time di warnet dan ISP. Terkadang kuliah pagi juga tanpa tidur di malam harinya. Capek di badan, agak melayang kalau begadang semalaman, asalkan makannya cukup tetep kuat aktivitas seperti biasa.

Setelah kerja, ternyata tidak berubah juga. Otak lebih clink kalau matahari sudah terbenam 🙂 Aneh, seperti diesel yang lambat panas. Kalau pagi sampai sore, bawaannya malah ngantuk dan lambat kerjanya. Tapi di atas jam 8 malam, tiba-tiba ada kekuatan supranatural yg memompa semangat 🙂 Sungguh aneh metabolisme tubuh ini, mungkin jam biologisnya sudah begitu, mungkin penyebab tidak bisa gemuk juga 🙂

No Comments

Backup Server menggunakan fitur Samba

linux

Karena ada PC yang tidak terpakai, akhirnya dibuatlah satu PC sebagai backup dari file server.

File server OS : WinServer2003
Backup server OS : Ubuntu 7.10 (supaya lebih aman terhadap virus)

Ada 2 pilihan :

1. Backup manual dengan cara –> mount manual –> copy manual –> paste manual (tapi kok rasanya tidak cerdas ya?)

2. Backup berkala dengan cara –> mount automatic –> copy automatic –> paste automatic –> unmount automatic

Baru terpikir 2 cara itu, akhirnya diputuskan ambil pilihan ke-2.

Berbekal sedikit pengetahuan tentang samba, akhirnya beres juga proses automatic-backup berkala

Berikut step-by-step :

0. Tambahkan paket berikut pada Ubuntu 1.70

– samba-common (3.0.26a-1ubuntu2.3)
– smbfs (3.0.26a-1ubuntu2.3)

1. Tes sharing dari file-server dengan sintaks
#smbclient -U userid -L machine-name/ip
(Contoh : #smbclient -U tim -L 123.123.123.123)

2. Buat file username-password
#vim /etc/samba/password-file-name
Lalu isi dengan keterangan berikut
username = netuserid
password = netpass
(Contoh :#vim /etc/samba/auth.smb
username = tim
password = 12345
)

3. Ubah mode dari file username-password agar hanya bisa diakses dari root
#chmod 600 /etc/samba/password-file-name
(Contoh :#chmod 600 /etc/samba/auth.smb)

4. Buat direktori untuk tujuan mount
#mkdir /mnt/sharename
(Contoh : #mkdir /mnt/data)

5. Lakukan proses mount
#smbmount //machine/share /mnt/sharename -o “credentials=/etc/samba/password-file-name,uid=userid,gid=userid,fmask=664,dmask=775
(Contoh :#smbmount //123.123.123.123/data /mnt/data -o “credentials=/etc/samba/auth.smb,uid=tim,gid=12345,fmask=664,dmask=775”)

6. Lakukan proses copy
#cp -rf /mnt/sharename /home/backup-folder
(Contoh : #cp -au /mnt/data /home/backup/)

7. Lakukan umount
#umount /mnt/sharename
(Contoh : #umount /mnt/data)

8. Masukkan langkah (5) di rc.local untuk dijalankan di startup.

9. Masukkan langkah (6) untuk dijalankan oleh root setiap pukul 00.01 malam. (crontab)

Referensi :
http://forums.fedoraforum.org/archive/index.php/t-2556.html
http://dikamelz.wordpress.com/2007/08/16/crontab-si-tepat-waktu/

No Comments

Port firewall untuk Zimbra mail server

server

Minggu lalu, teman-teman admin membantu instalasi mail server menggunakan Zimbra. Setelah sukses, ternyata lupa di testing lebih lanjut.

Hasilnya……

Problem acquired : Bisa kirim email, tapi tidak bisa menerima email.

Cek dan ricek, akhirnya ditemukan masalahnya adalah di firewall. List port yang diijinkan forward ke mail server kurang lengkap. Googling sebentar dan akhirnya dapat list di bawah ini.

Firewall untuk mail server menggunakan Zimbra

  • SMTP
    • port 25/tcp
  • HTTP
    • port 80/tcp
  • POP3
    • port 110/tcp
  • IMAP
    • port 143/tcp
  • LDAP
    • port 389/tcp
  • HTTPS
    • port 443/tcp
  • SMTPS
    • port 465/tcp
  • IMAPS
    • port 993/tcp
  • POP3S
    • port 995/tcp
  • Tomcat LMTP
    • port 7025/tcp
  • Admin Interface
    • port 7071/tcp

Semuanya harus di allow di firewall. Sekarang mail server sudah berjalan normal kembali.

Mission complete.

References :
http://wiki.zimbra.com/index.php?title=Firewall_Configuration
http://megantara.wordpress.com/2007/10/02/dokumentasi-zimbra-455/

No Comments

Blogging is exciting

obrolan ringan

Tentang blogging, sempat mulai kenal blog semenjak kerja di warnet (sekitar tahun 2002 pertengahan). Tapi belum sempat meluangkan waktu untuk menulis apapun (menulis ternyata butuh disiplin diri yang baik). Akhirnya sempat juga memulai blog di saat bekerja di PSN Jogja. Berikut list blog yang saya pernah punya :

  • www.timotius.info
    Sempat dapat free domain, dan free hosting di kantor. Tapi setelah keluar dari kantor, terpaksa hosting dihapus dari server kantor. Domain pun tidak bisa diperpanjang lagi secara gratis.
  • www.danchan.com/weblog/timotius
    Tidak diisi secara serius. Rencananya dulu akan diisi dengan artikel berbau techie, dan ditulis dalam bahasa Inggris.
  • 5mit.blogs.friendster.com/5mit/
    Blog dari friendster. Lumayan rajin di update, sampai akhirnya memutuskan untuk pindah ke hosting lokal di kantor dengan domain sendiri. Karena tidak ada proses import-export yang jelas, jadi banyak content yang harus ditinggalkan begitu saja di sini. (jika ada yang mau mengajari saya untuk melakukan import-export dari friendster ke wordpress, dengan senang hati boleh dikirimkan tutorialnya ke timotius[at]gmail.com).
  • timotius.witono.com
    Paid domain (witono.com) dan free hosting di kantor (bayar sewa hosting dengan kerja lembur setup server or router :p ). Sering di update, minimal 1 minggu sekali. Isinya masih campur aduk tidak karuan. Ke depannya akan coba dibuat sub-domain yang lebih terstruktur, supaya pengunjung tidak stress melihat tulisan campur aduk tidak bertema.

Dengan adanya blog, setidaknya belajar disiplin menulis 🙂

6 Comments

Gitar Course 2nd Day

obrolan ringan

Dengan semangat 45 datang tepat waktu, dan ternyata mas Gyan sudah menunggu. Langsung menuju ruang atas dan ambil gitar bolong. Ditanya-tanya tentang Chord 1-5 dan Fingering yang diajarin di 1st meeting. Di rumah memang sempat dicoba hampir setiap hari, meskipun jari belum sempurna dan suara masih sember. Tapi komentarnya “sudah lumayan”! Sepertinya menghibur saja 🙂

2nd meeting, belajar tentang Chord 1-6 dan variasi Mayor, minor, Dim dan 1/2dim. Ternyata asyik setelah tau dasar-dasar do-mi-sol-si (1-3-5-7) di tangga nada. Yah masih perlu banyak sekali latihan, senang bisa dapat banyak pelajaran baru.

No Comments

Gitar Course 1st day

obrolan ringan

Hari ini mulai kursus gitarnya. Dengan semangat 45 bangun pagi dan berangkat ke L4 (baca : El-Fa) satu jam sebelum jadwal mulai. Alhasil datang terlalu awal, dan harus menunggu beberapa menit sebelum kursus dimulai.

Ternyata sang guru masih satu umur, masih muda dan nyambung ngobrolnya. Orang Bandung asli, mas Gian namanya. Badannya kurus, tidak seperti namanya yang menggambarkan tinggi besar.

Pertemuan pertama langsung ON!, belajar System Chord 1-5 (type I,III,V,VII) dan fingering (penjarian) supaya jari bisa diajak lari-lari cepet dan lincah.

Selain latihan, liat juga demo dari Mr Gian yang bikin ngiler. Kok bisa ya tangannya cepet begitu? Belajarnya berapa lama ya? Jadi tambah semangat 🙂

Supaya 45 menit tadi efektif, di rumah diberi PR latihan Chord 1-5 dan Fingering. Harus dilatih setiap hari, disarankan di pagi hari dengan durasi bebas.

Semoga bisa tetap semangat dan berkelanjutan, impian punya group band sih masih jauh 🙂

chord

No Comments

Gitar Course Begin

obrolan ringan

Akhirnya… kesampaian juga les gitarnya.

Uhm,…. mulai hari Jumat ini jam 9 pagi di Elfa Music Studio (EMS).

Sebelumnya mau daftar di Purwacaraka, tapi mahal dan durasinya singkat sekali. Walah, begginner begini perlu waktu lebih dong…. Akhirnya memutuskan untuk ambil di EMS (yg di Panaitan, bulan berikutnya rencana akan pindah ke Pasteur). Di EMS durasi 1 kali pertemuan = 45 menit, lumayan dibanding purwacaraka yang 30 menit / pertemuan. Tarifnya juga ternyata jauh lebih murah di EMS, 125 ribu per bulan (4pertemuan) dengan bea pendaftaran 150rb (kira-kira Rp 31.250,- / pertemuan). Worth it kok, soalnya privat.

Kalau di Purwacaraka Rp 180.000.- per 4 pertemuan, but pelatihnya gitaris Dygta oiw. Tapi bedanya di Purwacaraka ada dua pilihan Classic / Electric, sedangkan di EMS ada satu pilihan : Pop-Jazz. Bagi penggemar Classic, monggo ke kang Purwa 🙂

No Comments

Ronnie and Hanna Wedding’s Party @ Sierra Cafe and Lounge

obrolan ringan

Semalam diundang ke acara resepsi Ronnie dan Hanna di Sierra (Dago Atas). Ronnie dan Hanna adalah teman satu gereja (di Pasko 39) dan teman satu profesi (dosen juga, hanya bidangnya bedah orang, saya bidangnya bedah mesin).

Wah, ternyata suasananya romantis sekali. Viewnya itu lho menyenangkan, dingin, indah, banyak lampu. Wah, enak dah pokoknya.

Sierra

Apalagi semalam ditemani dengan berbagai makanan yang (gratis) dan banyak. Serasa kepengen setiap hari ada undangan resepsi ke sini.

Selamat menempuh hidup baru Ron, Han. Tuhan berkati yah… Moga depet dapet momongan 🙂

ps : bulan ini kok banyak bgt yang nikah yah ? biasanya kan bulan ***ber-an baru undangan nikah pada munculnya :p

No Comments

Layanan Pascabayar Kian Terdiskriminasi

obrolan ringan

Rabu, 05/03/2008 17:24 WIB

Layanan Pascabayar Kian Terdiskriminasi

Achmad Rouzni Noor II – detikinet

Heru Sutadi (dok. selular award)
Jakarta – Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menilai telah terjadi diskriminasi pada layanan pascabayar mengingat tarifnya yang dianggap lebih mahal dibandingkan prabayar.

“Tidak ada aturannya pascabayar harus lebih mahal. Bahkan dengan adanya abonemen, pascabayar harusnya lebih murah,” ujar Anggota BRTI Heru Sutadi kepada detikINET di sela diskusi Mastel, di Hotel Shangri-La Jakarta, Rabu (5/3/2008).

Tapi yang terjadi, menurut dia, tarif pascabayar tak berubah karena persaingan tarif hanya terjadi pada layanan prabayar.

“Sedangkan pascabayar tak mendapat insentif apa-apa. Padahal, pascabayar yang pelanggan loyal dan tersandera dengan nomor yang tidak bisa pindah ke operator lain,” keluhnya.

Menanggapi hal itu, Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) menyanggah adanya diskriminasi. Penawaran tarif pascabayar diklaim tergantung pada strategi pemasaran masing-masing operator dan tidak bisa distandardisasi.

“Prabayar tidak otomatis lebih murah dan lebih banyak insentif dibandingkan pascabayar. Yang murah belum tentu murah juga,” jelas Ketua Umum ATSI, Merza Fachys.

Ia pun menilai, alasan didahulukannya insentif bagi layanan prabayar karena uang yang dibayarkan pelanggan lebih dulu masuk ke kas operator dibandingkan pascabayar yang baru membayar di akhir bulan. Pelanggan prabayar memiliki komposisi lebih dari 95% dari seluruh pengguna telekomunikasi.

“Mungkin, duit pulsa yang mengendap sampai ratusan miliar per bulan, sebagian kecilnya dikembalikan dulu menjadi insentif dalam program promosi. Saya rasa operator nggak rugi, misalnya, memberikan hadiah mobil Jaguar,” tandasnya. ( rou / ash )

————————————————————————————————–

Wah…………… tersandera dengan Halo-Telkomsel tercinta 🙁 tidak mungkin pindah hati.

Sudah terlanjur cinta, tapi kok tambah terasa paling mahal yah 🙁

Apakah perlu selingkuh dengan kartu lain ? Poligami dong ? 🙁

No Comments