Browsing the blog archives for April, 2009.

MONSTERS VS ALIENS (3D)

obrolan ringan

monsters-vs-aliens-poster

Tadi nonton Monster VS Aliens (3D) di theater 6 ciWalk, ngajak banyak teman tapi banyak yang berhalangan karena sakit atau alasan lain. Akhirnya tinggal bertiga bareng Silvie dan Albert. Sempet makan-malam buru-buru, tapi tetap saja telat masuk ke theater, terlambat sekitar 5-10 menit.

Sampai di theater 6 XXI ciWalk ternyata kacamata 3D habis, akhirnya menunggu diambilkan oleh petugas. Setelah masing-masing mendapatkan kacamata, mencari kursi baris D sedangkan film sudah mulai. Penonton hanya sekitar 1/3 dari total jumlah tempat duduk. Kesan 3D cukup terasa, terutama ketika ada objek-objek kecil yang melayang maju mundur seakan ada sumbu-Z yang ikut bermain. Hanya sayang layar kurang lebar, tidak selebar Space War di Dufan ataupun theater 4 Dimensi di Ancol. Dibandingkan dengan theater 4 Dimensi Ancol, memang theater 3D ciWalk masih belum bisa menandingi. Mungkin terutama karena besar layarnya yang belum sebanding, atau mungkin memang kualitas kacamata dan film belum sesempurna di theater 4D Ancol. Jika akan menonton kembali di theater 3D ciWalk, saya akan memilih barisan kursi depan supaya layar bisa terasa lebih lebar. Tarif pun spesial, 25rb weekdays dan 50rb weekend, tapi tetap saja kacamata tidak boleh dibawa pulang. Kacamata sudah dilengkapi anti-theft technology, semacam bandrol yang akan mengaktifkan sensor alarm di pintu keluar seperti di fashion shop. Seingat saya, lensa kacamata yang dipinjamkan tidak sebesar lensa kacamata di theater 4D Ancol. Terlebih lagi kacamatanya membuat pusing, mungkin karena belum terbiasa saja (baca : katrok).

Secara umum, alur filmnya biasa saja ๐Ÿ™‚ memang mau mencoba teknologi 3D-nya saja kok ๐Ÿ™‚

No Comments

Pidgin, klien ngobrol universal

ai-tee

Akhir pekan kemarin Windows Vista Business kena virus via YM. Akhirnya install ulang Vista beserta seluruh program yang dibutuhkan termasuk YM. Ternyata setelah diinstal, YM tidak bisa login. Dicoba dengan berbagai preferensi, pengaturan proxy, juga tidak mau. Akhirnya download Pidgin, supaya bisa tetap online. Dan ternyata proses autentikasi di Pidgin jauh lebih cepat dibanding YM normal. Pidgin juga jauh lebih ringan dibanding YM 9 yang super indah, tapi berat ๐Ÿ™‚ Memang banyak kekurangan pidgin kalau dibanding dengan YM, banyak fitur yang hilang. Tapi setidaknya jauh lebih ringan, cepat dan paling penting tetap reliable. Jadi sekarang baik di Debian ataupun Vista, Pidgin selalu ada ๐Ÿ™‚

Referensi : http://www.pidgin.im/

No Comments

Koneksi telkom speedy semakin sulit untuk dial

obrolan ringan

Bulan kemarin sempat mengalami kesulitan untuk dial dari modem, LED penanda internet-connection lama sekali hidupnya. Padahal sebelum-sebelumnya langsung ON dalam waktu 1-2 menit. Ternyata bulan ini semakin menjadi-jadi, apakah karena line speedy di daerah saya semakin padat ? Atau karena modem saya ada kelainan ? Atau memang wabah global ๐Ÿ™‚ kayak flu babi saja.

Oya, bagi Anda yang tinggal di Bandung dan sekitarnya, paket Speedy multispeed sudah berlaku. Migrasi bisa dilakukan secara manual dengan mendatangi Plasa Telkom terdekat, sayangnya tidak bisa online melalui web telkomspeedy.com (padahal menunya ada). Disarankan migrasi dilakukan akhir bulan, supaya tagihan tidak dobel dengan paket sebelumnya. Sebentar lagi akhir bulan, ayo serbu Plasa Telkom terdekat.

No Comments

Instal ns2 di debian etch

linux

Untuk kebutuhan rencana tesis, diperlukan ns2 (network simulator 2) terpasang di debian.

Akhirnya dapat referensi yang to the point menerangkan tentang instalasi ns-allinone (tidak satu persatu, tapi di bundle jadi satu).
Berikut langkah-langkahnya :

1. Install required packages
$ sudo apt-get install build-essential autoconf automake libxmu-dev

2. Download ns terbaru (saat saya menulis ini versi 2.33)
ns-allinone bisa di download dari http://www.isi.edu/nsnam/ns/ns-build.html

2. Extract file hasil download
$ tar -zxvf ./ns-allinone-2.33.tar.gz

3. Masuk ke directory hasil extract
$ cd ns-allinone-2.33

4. Lakukan instalasi ns-allinone
$ ./install

5. Perhatikan hasil instalasi
Ns-allinone package has been installed successfully.
Here are the installation places:
tcl8.4.18: /home/tim/ns-allinone-2.33/{bin,include,lib}
tk8.4.18: /home/tim/ns-allinone-2.33/{bin,include,lib}
otcl: /home/tim/ns-allinone-2.33/otcl-1.13
tclcl: /home/tim/ns-allinone-2.33/tclcl-1.19
ns: /home/tim/ns-allinone-2.33/ns-2.33/ns
nam: /home/tim/ns-allinone-2.33/nam-1.13/nam
xgraph: /home/tim/ns-allinone-2.33/xgraph-12.1
gt-itm: /home/tim/ns-allinone-2.33/itm, edriver, sgb2alt, sgb2ns, sgb2comns, sgb2hierns

———————————————————————————-

Please put /home/tim/ns-allinone-2.33/bin:/home/tim/ns-allinone-2.33/tcl8.4.18/unix:/home/tim/ns-allinone-2.33/tk8.4.18/unix
into your PATH environment; so that you’ll be able to run itm/tclsh/wish/xgraph.

IMPORTANT NOTICES:

(1) You MUST put /home/tim/ns-allinone-2.33/otcl-1.13, /home/tim/ns-allinone-2.33/lib,
into your LD_LIBRARY_PATH environment variable.
If it complains about X libraries, add path to your X libraries
into LD_LIBRARY_PATH.
If you are using csh, you can set it like:
setenv LD_LIBRARY_PATH <paths>
If you are using sh, you can set it like:
export LD_LIBRARY_PATH=<paths>

(2) You MUST put /home/tim/ns-allinone-2.33/tcl8.4.18/library into your TCL_LIBRARY environmental
variable. Otherwise ns/nam will complain during startup.

After these steps, you can now run the ns validation suite with
cd ns-2.33; ./validate

For trouble shooting, please first read ns problems page
http://www.isi.edu/nsnam/ns/ns-problems.html. Also search the ns mailing list archive
for related posts.

6. Gunakan text-editor untuk set environment parameter
$ vim ~/.bashrc

Dan tambahkan baris-baris berikut setelah baris terakhir (ganti /home/name menjadi path home user anda sendiri) :

# LD_LIBRARY_PATH
OTCL_LIB=/home/name/ns-allinone-2.33/otcl-1.13
NS2_LIB=/home/name/ns-allinone-2.33/lib
X11_LIB=/usr/X11R6/lib
USR_LOCAL_LIB=/usr/local/lib
export LD_LIBRARY_PATH=$LD_LIBRARY_PATH:$OTCL_LIB:$NS2_LIB:$X11_LIB:$USR_LOCAL_LIB

# TCL_LIBRARY
TCL_LIB=/home/name/ns-allinone-2.33/tcl8.4.18/library
USR_LIB=/usr/lib
export TCL_LIBRARY=$TCL_LIB:$USR_LIB

# PATH
XGRAPH=/home/name/ns-allinone-2.33/bin:/home/name/ns-allinone-2.33/tcl8.4.18/unix:/home/name/ns-allinone-2.33/tk8.4.18/unix
NS=/home/tim/ns-allinone-2.33/ns-2.33/
NAM=/home/tim/ns-allinone-2.33/nam-1.13/
PATH=$PATH:$XGRAPH:$NS:$NAM

7. Aktifkan environment yang sudah di update
$ source ~/.bashrc

8. ns2 sudah siap digunakan, jika diperlukan, lakukan validasi (catatan : validasi membutuhkan waktu yang lama)
$ sh ~/ns-allinone-2.33/ns-2.33/validate

Referensi : http://suchaxplore.blogspot.com/2008/07/install-ns2-allinone-233-on-ubuntu-804.html

2 Comments

Instalasi pidgin di debian etch

linux

Secara default etch memiliki gaim, tapi di lenny seharusnya sudah pidgin.

Karena tidak ada di repo etch, maka menggunakan repo dari backport.

Berikut langkah-langkahnya :

1. Tambahkan source berikut di source-list

# deb http://www.backports.org/debian etch-backports main contrib non-free

2. Tambahkan key dari backport ke apt

# wget -O - http://backports.org/debian/archive.key | apt-key add -

3. Update list

# apt-get update

4. Install pidgin

# apt-get install pidgin

Akan ada proses download dan instalasi yang cukup lama, setelah selesai pidgin dapat langsung digunakan. Oh, ternyata konfigurasi gaim juga langsung dipakai pidgin, jadi tidak perlu tambah user lagi, termasuk juga status ๐Ÿ™‚

Sumber : http://yarvin.typepad.com/yarvination/2008/09/installing-pidg.html

No Comments

IceWeasel IceDove IceApe

linux

Karena sekarang debian-mode = ON, makanya install beberapa kebutuhan sehari-hari.

Sekarang sedang instalasi Mozilla Thunderbird, setelah dicari akhirnya synaptic menawarkan IceDove dan Thunderbird. Penasaran dengan perbedaannya, ternyata eh ternyata karena masalah brand saja makanya jadi beda ๐Ÿ™‚

Pada distribusi Debian akan ditemukan software berikut :
IceWeasel = Mozilla FireFox
IceDove = Mozilla ThunderBird
IceApe = Mozilla SeaMonkey

IceWeasel = musang es, FireFox = rubah api… mirip pelesetan jadinya ๐Ÿ™‚

Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Iceweasel

No Comments

Instalasi LaTeX di Debian etch

linux

Sudah lama dengar dan mau mencoba LaTex, akhirnya hari ini install juga.

Instalasinya hanya 1 baris berikut :

#aptitude install tetex-bin tetex-extra latex-ucs

Pastikan dalam mode superuser (root).
Jika repo Anda diarahkan ke DVD, akan meminta DVD pertama.

Kemudian tes hasil instalasi dengan membuat file cobalatex.tex

# vim cobalatex.tex

documentclass[a4paper, 12pt]{article} usepackage[T2A]{fontenc}usepackage[english]{babel} usepackage[pdftex,unicode]{hyperref} begin{document} This is our first LaTeX document. end{document}

Dan ubah menjadi pdf dengan perintah :
# pdflatex cobalatex.tex

File cobalatex.pdf sudah siap dibuka ๐Ÿ™‚

Referensi :

http://www.debianadmin.com/quickly-and-fastly-installing-latex-latex-in-debian-quick-howto.html

http://debianletters.blogspot.com/2007/10/quickly-and-fastly-installing-latex.html

No Comments

Upgrade wordpress version

ai-tee

Sudah hampir 2 tahun gunakan wordpress, dan belum upgrade version. Hari ini menyempatkan untuk upgrade ke versi 2.7.1, dan ternyata tidak sulit.

Berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan :

1. Backup database
Karena menggunakan cpanel, bisa terbantu dengan fasilitas export di phpmyadmin. Simpan file .sql hasil export ke desktop (jangan lupa cek isinya jika sudah selesai download)

2. Backup file WordPress
Bisa mengunakan fasilitas manage-export dari wp-admin, kemudian simpan file .xml ke desktop (sekali lagi jangan lupa cek isinya).

3. Deactivate plugins
Kebetulan saya tidak menggunakan plugins, jadi tidak perlu deactivate apapun ๐Ÿ™‚

4. Download WordPress latest version
Karena menggunakan environment linux, langsung saja # wget http://wordpress.org/latest.tar.gz dan tunggu sampai download complete.

5. Exstract file hasil download
Pindahkan dulu file latest.tar.gz ke folder public_html, lalu extract dengan mengunakan perintah # tar -zcvf latest.tar.gz yang akan menghasilkan folder wordpress (berisi file wordpress baru)

6. Ubah nama folder dari wordpress lama
Gunakan perintah # mv blog-online blog-backup

7. Ubah folder wordpress (hasil extract wordpress baru) menjadi folder blog-online
Gunakan perintah # mv wordpress blog-online

8. Copy beberapa folder dan file dari blog lama agar konfigurasi dan isi blog baru tetap serupa
Pindah ke folder blog-backup dengan perintah # cd blog-backup
Copy folder dan file yang dibutuhkan dengan perintah
# cp wp-config.php ../blog-online/
# cp -r wp-content ../blog-online/

# cp -r wp-images ../blog-online/ (jika menggunakan versi 1.5.x ke bawah, kebetulan saya tidak perlu melakukan ini)
# cp -r wp-includes/languages ../blog-online (jika punya file bahasa, kebetulan saya juga tidak perlu melakukan ini)
Copy juga file .htaccess atau file custom ataupun file plugins yang diperlukan (jika ada saja, kebetulan saya sekali lagi tidak perlu melakukan ini)

9. Lakukan upgrade
Dengan menggunakan browser, buka http://example.com/blog/wp-admin/upgrade.php

10. Adjust beberapa hal yang dibutuhkan
Misalnya menambahkan security key di wp-config.php, update plugins, update themes ataupun adjustment lain yang dibutuhkan.

Referensi : http://codex.wordpress.org/Upgrading_WordPress_Extended

No Comments

CPU frequency scaling di Debian etch

linux

Karena laptop Aspire saya sudah sering overheat, salah satu cara mengakalinya adalah dengan menurunkan clock frequency dari CPU.

Karena awal minggu instalasi debian, maka dicobalah beberapa tools yang bisa digunakan. Mulai dari cpudynd, cpufreqd sampai powernowd.

Ketiganya gagal semua, karena ada module-module yang tidak lengkap dan harus load manual. Akhirnya dapat referensi untuk powernowd dapat menggunakan perintah berikut :

ls /lib/modules/$(uname -r)/kernel/drivers/cpufreq/ 
/lib/modules/$(uname -r)/kernel
/arch/*/kernel/cpu/cpufreq/

guna mencari modul yang dibutuhkan untuk modprobe.

Setelah instalasi modul dengan perintah modprobe _nama_modul_tanpa_.ko, akhirnya instalasi powernowd berhasil.

Pengaturan selanjutnya dapat diatur dari

/sys/devices/system/cpu/cpu0/cpufreq/

Berikut hasil akhir dari /etc/rc.local

/sbin/modprobe cpufreq_userspace
/sbin/modprobe speedstep-centrino
/bin/echo 1000000 > /sys/devices/system/cpu/cpu0/cpufreq/scaling_max_freq
/etc/init.d/powernowd start

Catatan : CPU saya Intel Pentium M

deb0ra:/# more /proc/cpuinfo
processor : 0
vendor_id : GenuineIntel
cpu family : 6
model : 13
model name : Intel(R) Pentium(R) M processor 1.70GHz
stepping : 8
cpu MHz : 600.000
cache size : 2048 KB
fdiv_bug : no
hlt_bug : no
f00f_bug : no
coma_bug : no
fpu : yes
fpu_exception : yes
cpuid level : 2
wp : yes
flags : fpu vme de pse tsc msr pae mce cx8 apic sep mtrr pge mca cmov
pat clflush dts acpi mmx fxsr sse sse2 ss tm pbe nx up est tm2
bogomips : 1215.98

Speed maximum sebetulnya 1.7 GHz, diturunkan menjadi 1.0 GHz ๐Ÿ™‚ terpaksa demi tidak overheat.

Referensi : http://xlife.zuavra.net/index.php/70/

No Comments

Jodohku memang deb0ra

linux

Akhir pekan kemarin dihabiskan untuk berkencan dengan Ubuntu. Mulai dari 8.10, 8.04, 6.10, 8.04, 8.10 dan terus dan terus dan terus. Belasan kali instalasi, gagal total. Malah MBR kena grub + lilo, akhirnya Vista di partisi pertama tidak bisa boot ๐Ÿ™ Maksud hati install Ubuntu tidak tercapai, malah kerjaan terbengkalai karena Vista ikutan mogok. Untung harddisk tidak ikut failure, padahal belasan kali di format swap dan ext3.

Siang ini datang ke kampus untuk mampir ke kelas, memastikan soal ujian bisa dimengerti dengan baik. Selesai mengunjungi kelas-kelas, langsung mencari DVD Vista untuk repair startup file yg corrupt. Repair berhasil, dan vista tidak mogok lagi. Next step, ambil DVD Debian 4.0 (panggilan sayang saya : deb0ra) dan lakukan instalasi. Instalasi full gagal, jadi diakali dengan instalasi bertahap. Pertama instal base-system + boot manager, setelah itu masuk ke base-system dan login ke root untuk menjalankan aptitude. Nah dari sini bisa pilih Task Desktop Environment + Gnome + Laptop agar dapat bekerja di lingkungan X11. Voila, deb0ra sukses diinstal, Vista juga bekerja kembali.

Kenal deb0ra sekitar 5 tahun yang lalu saat kerjakan TA, langsung jatuh cinta dengan apt-get ๐Ÿ™‚

Sekarang Tesis juga pilihannya jatuh ke deb0ra ๐Ÿ™‚

Long life deb0ra, luv U….

No Comments
« Older Posts