1 hari di Semarang

obrolan ringan

Hari Jumat kemarin tidak sempat pulang ke rumah, tapi dari kantor langsung ke stasiun karena hari Sabtu pagi harus sudah ada di Semarang. Harina Express berangkat pukul 20.15 dan tiba di Semarang sekitar pukul 4.30 pagi. Subuh-subuh lapar sekali, cuaca dingin, dan segelas Kopi + CheeseBurger McD 24jam cukup menemani perut yang keroncongan ๐Ÿ™‚

Pagi itu sekali lagi kebagian jatah berbicara di depan anak-anak SMA, kali ini kebetulan di depan 40-50 orang anak kelas XII di SMA Loyola Semarang. Membawakan perkenalan tentang fakultas Teknologi Informasi UK.Maranatha, dan sekalian mengajar singkat mengenai Flash Animation. Cukup menyenangkan melihat anak-anak SMA yang masih polos-polos, belum teracuni dengan kebebasan dan tingkah laku tidak sopan dibandingkan dengan anak-anak kuliah. Suasana SMA masih nyaman, tidak ada gerombolan yang ribut, maen kartu dan merokok (tidak seperti di kampus-kampus yang seringkali membuat suasana kampus menjadi tidak sesuai dengan tujuan utamanya sebagai tempat belajar).ย  Sekira 2 jam berbicara dan memandu pembuatan animasi sederhana untuk WebBanner, disertai dengan diskusi dan pertanyaan dari sinyo-sinyo dan nonik-nonik yang medok-medok (uhm, kapan terakhir kali saya memakai bahasa dengan logat mereka? seingat saya terakhir kali kelas 3 SD saat saya masih di Ungaran). Materi tersampaikan dengan baik dan diakhiri dengan applause yang meriah untuk setiap peserta karena animasi terakhir yang dibuat bisa bekerja dengan sempurna. Komentar mereka ketika ditanya mengenai pelatihan hari ini : “Joss pak”!!! Senangnya kalau misi bisa selesai dan semua bahagia. Semoga tahun depan bisa berkunjung kembali ke Loyola.

Sore hari sempat diajak oleh Joan untuk makan Lunpia Express (masih ada hubungan kerabat dengan Lunpia Mataram yang terkenal itu). Enak sekali, suasananya mirip kafe, wah romantisan tea lah pokoknya. Waitressnya tentu saja berpenampilan diatas rata-rata (baca: modis dan cantik), seperti layaknya cafe dan bukan seperti warung lunpia yang waitressnya biasanya sudah berumur dan menggunakan pakaian dapur yang seadanya. Namun harganya menjadi sedikit lebih mahal daripada tempat-tempat lain ๐Ÿ™‚ Makan 1 lunpia goreng dan 1 lunpia basah dengan acar dan bumbu kental (sepertinya terbuat dari tepung kanji, karena lengket dan kental) plus daun bawang dan selada. Sebelum pulang sempat beli 1 box untuk oleh-oleh keluarga di Bandung, semoga menjadi oleh-oleh yang berkenan.

Keluar dari Lunpia, diajak makan lagi oleh Joan ke Tahu Pong. 1 porsi tahu pong isinya tahu goreng + gimbal goreng + acar lobak + kuah petis. Menurut saya tahunya terlalu banyak, sampai sulit menghabiskannya. Tapi gimbalnya enak sekali. Wah, kenyang luar biasa.

Malamnya pukul 20.00 sudah siap sedia kembali ke Bandung karena ada tugas di hari Minggu sore ini. And here I am, di Bandung lagi minggu pagi, segar sesudah tidur beberapa jam tadi pagi. 1 hari yang menyenangkan di Semarang. Terimakasih banyak Joan dan keluarga, Tuhan memberkati.

No Comments

Leave a Reply

Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>