Nyontreng

obrolan ringan

Pagi ini bangun jam4 karena mau antar Daisy ke stasiun, kebetulan akan pulang ke Jogja jam 7 naik ArgoWilis. Karena kepagian, sampek gerbong masih sepi sekali, akhirnya tunggu sampai kreta brangkat dan melambaikan tangan “Bye Daisy, back soon”.

Pulang dari stasiun, langsung ke rumah tante kos lama (di Kebon Manggu). Karena DPT terdaftar di sana, maklum KTP masih ikut ke tante kos, dianggap sebagai cucu di kartu keluarga. Karena TPS tidak terlalu penuh, langsung ajak tante untuk nyontreng. Tante terlihat bingung tentang pemilunya, akhirnya dijelaskan sembari menunggu. Setidaknya dianjurkan pilih partai saja, daripada bingung cari nama calon yang jelas tidak dikenal. Tapi ada satu masalah, di kertas DPD kan tidak ada partai ? Akhirnya dipasrahkan kepada feeling si tante untuk bekerja secara bebas dan abstrak ๐Ÿ™‚

Proses menunggu antrian di TPS18 tidak terlalu panjang, dan akhirnya dapat juga giliran untuk nyontreng. Masih sama disediakan satu bilik untuk nyontreng, tapi bedanya kertas suara sangat besar dan ada 4 buah, jadi mejanya disediakan lebih besar dari biasanya (terakhir memilih pemilihan gubernur dan walikota di TPS yang sama).

Nyontreng selesai, satu tanggungjawab untuk negara juga selesai (halah, sok mendramatisir ๐Ÿ™‚ )

No Comments

Leave a Reply

Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>